[{"content":"Ringkasan Dokumen ini merupakan catatan (notes) pemenuhan Tugas Pertemuan Pertama mata kuliah Project Sistem, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Cirebon. Seluruh instruksi tugas telah diselesaikan sebelum tenggat pukul 09.00, dan laporan ini disusun sebagai bukti serta rekam jejak pengerjaan.\nBerikut ringkasan status pengerjaan:\nNo Instruksi Tugas Status Keterangan 1 Pembuatan Akun Google Scholar ✅ Selesai Digunakan untuk pencarian referensi ilmiah dan pengelolaan sitasi 2 Pembuatan Akun Mendeley \u0026amp; Zotero ✅ Selesai Mendeley untuk manajemen library utama, Zotero sebagai alternatif 3 Install Publish or Perish ✅ Selesai Digunakan untuk analisis sitasi dan pencarian literatur via Google Scholar 4 Persiapan Website Perkuliahan ✅ Selesai Website berbasis Hugo sebagai media publikasi materi dan tugas kuliah 5 Pemilihan Tema Penelitian ✅ Selesai Memilih tema c. Jaringan Komputer / IoT 1. Akun Google Scholar Google Scholar dibuat untuk mendukung proses pencarian referensi ilmiah, pengecekan sitasi, dan pemantauan publikasi akademik. Akun ini terhubung dengan email kampus dan akan digunakan sepanjang pengerjaan Project System.\nKegunaan utama dalam konteks project:\nMencari jurnal penelitian terdahulu yang relevan dengan topik IoT dan smart campus. Memverifikasi reputasi dan jumlah sitasi suatu publikasi sebelum dijadikan rujukan. Menjadi sumber data untuk literature review pada Bab II proposal. 2. Akun Mendeley \u0026amp; Zotero Kedua reference manager ini dipersiapkan sebagai alat bantu dalam mengelola daftar pustaka.\nMendeley Digunakan sebagai manajer referensi utama. Mendukung impor metadata langsung dari Google Scholar dan PDF. Terintegrasi dengan Microsoft Word melalui Mendeley Cite untuk pembuatan sitasi otomatis (format APA/IEEE). Zotero Dipersiapkan sebagai alternatif cadangan. Keunggulan pada browser connector yang cepat menangkap metadata dari halaman web jurnal. Berguna untuk menyimpan snapshot halaman referensi secara utuh. Dengan dua alat ini, penulisan daftar pustaka pada laporan Project System dapat dilakukan secara konsisten dan terhindar dari kesalahan format.\n3. Publish or Perish (PoP) Publish or Perish telah di-install dan dikonfigurasi menggunakan sumber data Google Scholar. Perangkat lunak ini akan dimanfaatkan untuk:\nMenghitung metrik sitasi (h-index, g-index) dari kandidat referensi. Menelusuri penelitian terdahulu yang membahas topik serupa. Mengekspor hasil pencarian ke format .bib atau .ris agar dapat diimpor ke Mendeley/Zotero. Alur kerja yang direncanakan:\nflowchart LR A[Publish or Perish] --\u0026gt;|Query topik IoT| B[Hasil pencarian + metrik sitasi] B --\u0026gt;|Export .bib / .ris| C[Mendeley / Zotero] C --\u0026gt;|Cite otomatis| D[Laporan Project System] 4. Website Perkuliahan Website perkuliahan disiapkan menggunakan Hugo (generator situs statis) dengan alasan:\nProses build cepat dan ringan. Konten ditulis dalam format Markdown, sehingga mudah didokumentasikan. Mudah di-deploy ke hosting statis (GitHub Pages / Netlify). Mendukung front matter untuk kategorisasi dan penandaan (tagging) setiap tugas. Struktur direktori konten yang digunakan:\n1 2 3 4 5 6 7 8 content/ └── posts/ ├── tugas-pertemuan-pertama.md └── ... static/ └── img/ ├── iot-mapping.jpeg └── ... Website ini akan menjadi wadah publikasi seluruh materi perkuliahan dan laporan tugas selama satu semester.\n5. Tema Penelitian yang Dipilih Tema: c. Jaringan Komputer / Internet of Things (IoT)\nJudul Project System Sistem Informasi Mapping dan Monitoring Ketersediaan Ruang Kelas Berbasis IoT (Studi Kasus: Universitas Muhammadiyah Cirebon)\nAlasan Pemilihan Tema Relevansi dengan permasalahan nyata di kampus. Jadwal statis yang ditempel di awal semester sering tidak sesuai kondisi lapangan ketika terjadi perubahan jadwal, kelas pengganti, atau pembatalan kuliah. Kombinasi dua bidang keilmuan. Penelitian ini menggabungkan hardware (mikrokontroler dan sensor) dengan software (sistem informasi berbasis web), sehingga mencakup ranah jaringan komputer sekaligus rekayasa perangkat lunak. Mendukung konsep Smart Campus yang sedang diarahkan pada lingkungan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kelayakan implementasi relatif tinggi karena komponen yang digunakan (ESP8266 dan sensor PIR) murah dan mudah diperoleh. 6. Ringkasan Substansi Project 6.1 Latar Belakang Peningkatan jumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon berbanding lurus dengan intensitas penggunaan ruang kelas. Namun, pemantauan penggunaan ruang kelas masih bersifat konvensional dan bergantung pada jadwal statis. Akibatnya:\nMahasiswa dan dosen harus mendatangi ruangan satu per satu untuk mengetahui statusnya. Jadwal statis tidak merepresentasikan kondisi aktual (misalnya kelas selesai lebih cepat atau dibatalkan). Pengecekan manual tidak efisien dari segi waktu dan tenaga. Solusi yang ditawarkan adalah sistem pemantauan otomatis berbasis IoT dengan sensor keberadaan yang terintegrasi ke dashboard web, menampilkan denah gedung digital (indoor mapping) dengan indikator warna status ruangan.\n6.2 Rumusan Masalah Bagaimana merancang bangun perangkat IoT yang mampu mendeteksi keberadaan pengguna di dalam ruang kelas secara real-time? Bagaimana membangun sistem informasi berbasis web yang dapat menampilkan visualisasi denah ketersediaan ruang kelas di UMC? Bagaimana mengintegrasikan data sensor IoT ke dalam dashboard web agar status ruangan ter-update otomatis tanpa input manual? 6.3 Tujuan Penelitian Merancang dan membangun perangkat keras IoT menggunakan ESP8266 dan sensor PIR untuk deteksi keberadaan pengguna secara real-time. Membangun dashboard web yang memvisualisasikan denah gedung UMC sebagai penanda status ketersediaan ruang kelas. Mengimplementasikan integrasi antara perangkat sensor dan server web agar perubahan status ter-update otomatis. 6.4 Batasan Masalah Aspek Batasan Objek Studi kasus di Universitas Muhammadiyah Cirebon (implementasi prototipe pada ruang kelas terpilih) Perangkat Keras Mikrokontroler ESP8266 dan sensor PIR (Passive Infrared) Sistem Mapping Indoor mapping (denah lantai digital), bukan GIS berskala luas Perangkat Lunak PHP dan basis data MySQL Indikator Status Dua kondisi: Terisi (merah) dan Kosong (hijau) Konektivitas Memerlukan jaringan Wi-Fi yang stabil di area kelas 6.5 Manfaat Penelitian Teoretis\nMenjadi referensi bagi penelitian selanjutnya terkait IoT untuk konsep Smart Campus. Memperluas wawasan mengenai integrasi sensor hardware dengan sistem informasi berbasis web dalam konteks indoor mapping. Praktis\nMahasiswa \u0026amp; Dosen: kemudahan mencari ruang kelas kosong secara real-time tanpa pengecekan fisik. Universitas: mendukung terwujudnya Smart Campus melalui manajemen fasilitas yang lebih modern dan transparan. Penulis: sarana implementasi ilmu pemrograman web, jaringan komputer, dan mikrokontroler. 7. Landasan Teori Singkat 7.1 Sistem Informasi Kombinasi teknologi informasi dan aktivitas manusia yang menggunakannya untuk mendukung operasi dan manajemen. Pada penelitian ini, sistem informasi berperan mengolah data mentah sensor menjadi informasi visual (status ruangan) yang berguna bagi pengguna.\n7.2 Mapping Digital (Indoor Mapping) Proses visualisasi data spasial atau denah lokasi ke dalam format digital. Dalam penelitian ini, pemetaan tidak merujuk pada pemetaan geografis bumi (GIS), melainkan denah lantai gedung untuk menunjukkan posisi ruang kelas secara spesifik.\n7.3 Internet of Things (IoT) Konsep di mana objek fisik memiliki kemampuan mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia. Arsitektur sistem terdiri dari Node (perangkat sensor) yang mengirim data status ruangan ke Server (web dashboard) melalui koneksi nirkabel.\n7.4 Mikrokontroler ESP8266 Modul mikrokontroler dengan kemampuan Wi-Fi terintegrasi. Umum digunakan dalam pengembangan IoT karena dapat terhubung langsung ke internet (stand-alone) tanpa mikrokontroler tambahan.\n7.5 Sensor PIR (Passive Infrared) Sensor yang mendeteksi keberadaan berdasarkan pergerakan objek melalui pancaran inframerah pasif dari tubuh manusia.\n7.6 Stack Teknologi Lapisan Teknologi Firmware perangkat C/C++ (Arduino IDE) Backend dashboard PHP Basis data MySQL Antarmuka pengguna HTML, CSS, JavaScript (Web Browser) 8. Perancangan Sistem 8.1 Arsitektur Umum flowchart TB subgraph Node[\u0026#34;Perangkat Keras (Ruang Kelas)\u0026#34;] A[Sensor PIR] --\u0026gt;|Sinyal 0/1| B[ESP8266] end B --\u0026gt;|HTTP POST via Wi-Fi| C[Server Web] C --\u0026gt; D[(Database MySQL)] C --\u0026gt; E[Dashboard PHP] E --\u0026gt;|Denah + Indikator Warna| F[Dosen / Mahasiswa / Admin] 8.2 Aktor Sistem (Use Case) Aktor Peran Mahasiswa \u0026amp; Dosen Melihat mapping denah ruangan secara real-time Admin Mengelola data master ruang kelas dan konfigurasi node Perangkat Sensor IoT Mengirim data logika pergerakan (0/1) 8.3 Alur Aktivitas Pengiriman Data sequenceDiagram participant PIR as Sensor PIR participant ESP as ESP8266 participant SRV as Server (API) participant DB as MySQL PIR-\u0026gt;\u0026gt;ESP: Deteksi pergerakan (sinyal 0/1) ESP-\u0026gt;\u0026gt;ESP: Proses data (verifikasi logika) ESP-\u0026gt;\u0026gt;SRV: HTTP POST (status, timestamp, ID node) SRV-\u0026gt;\u0026gt;SRV: Ekstrak data sensor SRV-\u0026gt;\u0026gt;DB: Query SQL (UPDATE status) DB--\u0026gt;\u0026gt;SRV: Konfirmasi SRV--\u0026gt;\u0026gt;ESP: HTTP Response 200 OK 8.4 Perancangan Basis Data Tabel ruang_kelas — menyimpan data master identitas ruangan beserta status ketersediaan saat ini.\nField Tipe Keterangan id_ruang VARCHAR (PK) Kode unik ruangan nama_ruang VARCHAR Nama atau nomor ruang kelas lokasi_gedung VARCHAR Nama gedung atau lantai status_ketersediaan ENUM(\u0026lsquo;Kosong\u0026rsquo;,\u0026lsquo;Terisi\u0026rsquo;) Indikator kondisi real-time last_update TIMESTAMP Waktu pembaruan data terakhir dari IoT Tabel log_sensor — merekam riwayat perubahan kondisi yang ditangkap sensor.\nField Tipe Keterangan id_log INT (PK, AI) ID log id_ruang VARCHAR (FK) Relasi ke ruang_kelas logika_gerak TINYINT 1 = ada gerakan, 0 = tidak ada waktu_log TIMESTAMP Waktu pencatatan 8.5 Perancangan Input Input Otomatis (Hardware) — sinyal logika HIGH (1) atau LOW (0) dari sensor PIR berdasarkan deteksi pancaran inframerah dari pergerakan manusia, dikirim mikrokontroler via protokol HTTP POST/GET ke server. Input Manual (Admin Web) — formulir berbasis web untuk menambah, mengubah, atau menghapus data master ruang kelas serta memetakan koordinat denah gedung. 8.6 Perancangan Output Indikator warna status: ruangan Terisi berwarna merah, ruangan Kosong berwarna hijau. Informasi tambahan: nama ruangan, lokasi lantai, serta waktu terakhir data diperbarui dari node sensor. 9. Rencana Implementasi 9.1 Perangkat Keras Komponen Fungsi Mikrokontroler ESP8266 Unit pemroses utama dengan modul Wi-Fi internal Sensor PIR Pendeteksi keberadaan manusia berbasis pergerakan Router Wi-Fi Kampus Media transmisi jaringan nirkabel lokal di area kelas Komputer Server / Cloud Hosting Menampung database dan web server dashboard 9.2 Perangkat Lunak Perangkat Fungsi PHP Pengembangan backend dashboard yang dinamis MySQL Sistem manajemen basis data relasional Arduino IDE (C/C++) Penulisan program dan flashing firmware ke ESP8266 Web Browser Antarmuka pengguna mengakses dashboard monitoring 9.3 Pelaksana (Brainware) Peran Tanggung Jawab Administrator Sistem (Staf IT/Akademik) Pemeliharaan web server, pengelolaan master data ruangan, konfigurasi teknis alat Dosen Pengguna akhir — mencari ruang kelas pengganti atau ruang rapat kosong Mahasiswa Pengguna akhir — memantau status keterpakaian kelas secara real-time 10. Penelitian Terdahulu (Ringkasan) Beberapa penelitian sejenis yang menjadi referensi awal:\nNo Penulis (Tahun) Fokus Penelitian Perbedaan dengan Penelitian Ini 1 Syifa Chairunnisa Azzahra SRG, dkk. (2025) Monitoring ketersediaan ruang kelas berbasis LoRa Menggunakan LoRa + ESP32; penelitian ini menggunakan ESP8266 berbasis Wi-Fi dengan fokus visualisasi denah digital 2 Via Khusnul Pratifi, dkk. (2024) Integrasi DHT11 + PIR untuk otomatisasi suhu dan deteksi gerakan Fokus pada kontrol suhu/kipas; penelitian ini pada pemantauan status ketersediaan ruang kelas 3 Krisna Gilang Prakoso \u0026amp; Bonda Sisehaputra (2024) Monitoring ruang kuliah berbasis NFC Memerlukan tapping kartu e-KTP; penelitian ini memakai PIR tanpa interaksi fisik 4 Safarudin, dkk. (2023) Smart classroom dengan RFID berbasis IoT Fokus pada kendali akses pintu (auto-lock); penelitian ini pada penyajian visual status ruangan 5 Joko Riyanto, dkk. (2020) Monitoring ruang kelas berbasis IoT di Universitas Pamulang Menggunakan Raspberry Pi + LDR; penelitian ini ESP8266 + PIR 6 Ferdinand Tri Wibowo (2010) Sistem informasi multimedia visualisasi pemakaian ruang kelas Visualisasi berbasis jadwal statis; penelitian ini dinamis dari data sensor real-time 7 Annisa Dwita Aurum (2021) Monitoring laboratorium dengan sensor optical fingerprint Menggunakan sidik jari; penelitian ini PIR tanpa data biometrik 8 Dyna Marisa Khairina, dkk. (2018) SIMERU — manajemen reservasi ruang (FKTI Universitas Mulawarman) Aplikasi desktop untuk reservasi; penelitian ini berbasis IoT dan web untuk kondisi aktual 9 Indah Purnama Sari, dkk. (2025) Smart Class berbasis IoT (pengenalan wajah + deteksi asap) Fokus pada face recognition via ESP32-Cam; penelitian ini pada efisiensi indoor mapping 10 Siti Nur Aini, dkk. (2022) Smart parking dengan RFID + Arduino Uno Objek pada slot parkir; penelitian ini mengadopsi konsep serupa untuk ruang kelas 11. Kesimpulan \u0026amp; Saran 11.1 Kesimpulan Efisiensi pengecekan: sistem menggantikan proses pengecekan kelas manual yang tidak efisien dengan visualisasi pemetaan digital secara real-time. Otomatisasi perangkat: kombinasi ESP8266 dan sensor PIR efektif mendeteksi keberadaan pengguna dan mengirimkannya via jaringan nirkabel. Visualisasi intuitif: dashboard web menyajikan informasi ketersediaan ruangan melalui indikator warna yang mudah dipahami (merah = terisi, hijau = kosong). Pembaruan otomatis: integrasi perangkat keras dan basis data berjalan mulus, status ruangan selalu ter-update tanpa intervensi manual. 11.2 Saran Pengembangan Aplikasi mobile (Android/iOS) dengan fitur push notification saat ruang kelas kosong. Penambahan sensor suhu (DHT) dan cahaya (LDR) untuk mendukung kendali perangkat listrik otomatis demi efisiensi energi. Peningkatan skalabilitas: penyempurnaan desain casing perangkat keras dan penerapan catu daya cadangan (baterai) untuk implementasi di seluruh gedung kampus. Dokumen ini akan diperbarui seiring berjalannya tahapan Project System berikutnya (analisis kebutuhan, perancangan detail, implementasi prototipe, dan pengujian).\n","date":"2026-10-19T09:00:00+07:00","image":"https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTkVRN00qdsXIjmGc2C2tiWUoF8R_tHVeSxfisHcPryAcytkFlZzbjB8M4\u0026s=10","permalink":"/p/tugas-pertemuan-pertama/","title":"Tugas Pertemuan Pertama"},{"content":"Konsep Dasar Desain Sistem A. Definisi Desain Sistem Desain sistem adalah tahap transisi dari analisis kebutuhan ke implementasi fisik. Ini adalah proses mendefinisikan arsitektur, komponen, modul, antarmuka, dan data dari sistem untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan pada tahap analisis. Secara sederhana, jika analisis sistem berfokus pada \u0026ldquo;apa yang dibutuhkan\u0026rdquo;, maka desain sistem berfokus pada \u0026ldquo;bagaimana cara membangunnya\u0026rdquo;.\nB. Tujuan Desain Sistem Tujuan utama dari tahap desain sistem adalah untuk menghasilkan cetak biru (blueprint) yang lengkap bagi para programmer dan teknisi. Secara spesifik, tujuannya mencakup:\nEfisiensi \u0026amp; Efektivitas: Merancang sistem yang dapat memproses data dengan cepat dan memberikan output yang akurat. Reliabilitas (Keandalan): Memastikan sistem berjalan stabil dan meminimalkan kegagalan (bug/error). Fleksibilitas: Merancang sistem yang mudah dipelihara (maintainable) dan dikembangkan di masa depan. Ekonomis: Memastikan solusi yang dirancang sesuai dengan anggaran dan sumber daya yang tersedia. User Friendly: Menciptakan antarmuka yang mudah dipahami dan digunakan oleh pengguna akhir. C. Perbedaan Desain Sistem Secara Umum \u0026amp; Terinci Aspek Desain Sistem Secara Umum (Makro/Logis) Desain Sistem Secara Terinci (Mikro/Fisik) Fokus Gambaran besar sistem dan hubungannya dengan pengguna. Spesifikasi teknis mendalam untuk implementasi kode. Target Audiens Manajer dan Pengguna (User). Programmer dan Teknisi Sistem. Isi Desain input/output, desain antarmuka (UI), dan alur kerja logis. Struktur database (skema), algoritma program, spesifikasi hardware, dan desain jaringan. Sifat Konseptual (bagaimana sistem terlihat). Teknis (bagaimana sistem bekerja di balik layar). Desain Sistem Pendekatan Terstruktur (Structured Approach) Pendekatan terstruktur adalah metode klasik yang memandang sistem sebagai kumpulan proses atau fungsi yang berinteraksi dengan data. Pendekatan ini bersifat top-down (dari umum ke khusus) dan memisahkan data dari proses.\n1. Alat Permodelan (Modeling Tools) Alat-alat dalam pendekatan terstruktur berfokus pada aliran data:\nDFD (Data Flow Diagram): Menggambarkan bagaimana data mengalir melalui sistem, diproses, dan disimpan. Kamus Data (Data Dictionary): Katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi. Flowchart (Bagan Alir): Menggambarkan logika prosedural dan langkah-langkah algoritma. Structure Chart: Menunjukkan hirarki modul program dan hubungan antar modul. ERD (Entity Relationship Diagram): Memodelkan struktur data dan hubungan antar tabel. 2. Sistem Operasi Pendekatan ini sering dikaitkan dengan lingkungan yang sangat prosedural atau batch processing, meskipun bisa berjalan di OS modern. Lingkungan yang umum meliputi:\nUnix/Linux: Sangat kuat dalam pemrosesan berbasis perintah (CLI) dan skrip prosedural. Mainframe OS (z/OS): Untuk pemrosesan data transaksi besar. Sistem Tertanam (Embedded Systems): Sering menggunakan pendekatan terstruktur untuk efisiensi memori yang ketat. 3. Bahasa Pemrograman Bahasa yang digunakan adalah bahasa prosedural yang mengeksekusi instruksi secara berurutan:\nC: Bahasa prosedural standar industri. Pascal: Sering digunakan untuk pembelajaran logika terstruktur. COBOL: Umum di perbankan/mainframe. Fortran: Untuk komputasi saintifik. Desain Sistem Pendekatan Berorientasi Objek (Object-Oriented Approach) Pendekatan berorientasi objek (OOP) memandang sistem sebagai kumpulan objek yang saling berinteraksi. Setiap objek menggabungkan data (atribut) dan perilaku (metode/fungsi) menjadi satu kesatuan (enkapsulasi).\n1. Alat Permodelan (Modeling Tools) Standar emas untuk desain berorientasi objek adalah UML (Unified Modeling Language). Diagram utamanya meliputi:\nUse Case Diagram: Menggambarkan interaksi antara pengguna (aktor) dengan sistem (fungsionalitas). Class Diagram: Menggambarkan struktur statis sistem, kelas-kelas, atribut, metode, dan hubungan antar kelas. Sequence Diagram: Menggambarkan interaksi antar objek berdasarkan urutan waktu. Activity Diagram: Menggambarkan alur kerja aktivitas dalam sistem (mirip flowchart tapi support paralelisme). 2. Sistem Operasi Pendekatan ini mendominasi pengembangan aplikasi modern yang membutuhkan antarmuka grafis (GUI) dan respons event-driven:\nWindows, macOS, Modern Linux (Distro Desktop): Mendukung aplikasi GUI yang kompleks berbasis objek. Android \u0026amp; iOS: Sistem operasi mobile ini sepenuhnya dibangun di atas konsep objek (View, Activity, Controller). 3. Bahasa Pemrograman Bahasa yang mendukung konsep Class, Inheritance (Pewarisan), Polymorphism, dan Encapsulation:\nJava: Sangat populer untuk aplikasi enterprise dan Android. C++: Pengembangan dari C dengan fitur objek. C#: Bahasa utama ekosistem Microsoft .NET. Python: Mendukung multi-paradigma termasuk OOP yang sangat kuat. PHP (Modern): Kerangka kerja (framework) web modern seperti Laravel menggunakan konsep OOP penuh. ","date":"2025-11-25T12:19:21+07:00","image":"/p/desain-sistem/img/flow_hu_ff9e5e65bb232144.jpeg","permalink":"/p/desain-sistem/","title":"Desain Sistem"},{"content":"TEKNIK WAWANCARA Wawancara (interview) telah diakui sebagai teknik pengumpulan data/fakta yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi. Wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee).\nMempersiapkan Wawancara Aturlah pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai terlebih dahulu. Utarakanlah maksud dari wawancara. Aturlah waktu wawancara yang paling tepat supaya tidak mengganggu kerja dari orang yang diwawancarai. Buatlah jadwal wawancara terlebih dahulu, bila wawancara akan dilakukan beberapa kali atau oleh pewawancara yang berbeda dan orang yang diwawancarai juga berbeda. Buatlah suatu panduan wawancara (interview guide) supaya wawancara dapat berjalan dengan lancar. Interview guide adalah daftar pengecekan (checklist) dari pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh pewawancara serta penjadwalan waktunya. Melakukan Wawancara Mengenalkan diri terlebih dahulu siapa sebenarnya Anda. Menjelaskan apa tujuan dari wawancara ini dan hubungannya dengan proyek sistem informasi yang sedang dikembangkan. Menjelaskan peranan-peranan yang akan diberikan oleh orang yang diwawancarai dari hasil wawancara ini. Jagalah suasana wawancara tetap santai, tetapi terarah dan menyenangkan. Mintalah pendapat-pendapat atau ide-ide tambahan yang mungkin belum diungkapkan. Pada akhir wawancara, bacakanlah rangkuman-rangkuman dari hasil wawancara dan mintalah kepada yang diwawancarai untuk membetulkan bila ada hal-hal yang tidak sesuai. Ucapkanlah terima kasih bila wawancara telah selesai serta mintalah kesediaan kembali untuk dihubungi atau untuk diadakan wawancara lagi bilamana perlu. TEKNIK OBSERVASI Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem.\nDefinisi: Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. Petunjuk melakukan observasi Untuk melakukan observasi, hal-hal berikut ini harus dilakukan:\nRencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi: apa yang akan diobservasi; dimana letak lokasi observasi; kapan observasi akan dilakukan; siapa yang melaksanakan observasi ini; siapa yang akan diobservasi; bagaimana melaksanakan observasi ini. Minta ijin terlebih dahulu dari manajer atau pegawai-pegawai yang terlibat. Bertindaklah Dengan rendah hati (low profile). Lengkapilah dengan catatan selama observasi berlangsung. Kaji-ulanglah hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat. TEKNIK DAFTAR PERTANYAAN Adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudian akan dikirimkan kepada responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka. Penggunaan daftar pertanyaan ini mendapat banyak kritikan karena diragukan hasilnya. Akan tetapi untuk mengumpulkan data dari jumlah sumber yang banyak, cara ini lebih efisien dibandingkan teknik pengumpulan data yang lain.\nTipe dari daftar pertanyaan Ada dua macam format dari daftar pertanyaan:\nDaftar Pertanyaan Format Bebas (Free Format): Berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi oleh responden ditempat yang sudah disediakan.\nContoh: Bagaimanakah strategi yang digunakan oleh Perusahaan Anda dalam memperkenalkan produk baru perusahaan Anda tsb? Format Pasti (Fixed Format): Berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah pasti dengan memilih jawaban yang tersedia. Hasil dari daftar pertanyaan tipe ini akan lebih mudah untuk ditabulasi dan diisi oleh responden. Tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan:\nCheck-off questions: Responden dapat memeriksa (check-off) jawaban-jawaban yang sesuai. Yes/No questions: Responden memungkinkan untuk menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’. Opinion/Choice questions: Responden memungkinkan untuk memberikan pendapatnya. Petunjuk Membuat Daftar Pertanyaan Rencanakanlah terlebih dahulu fakta-fakta atau opini-opini apa saja yang ingin dikumpulkan. Berdasarkan fakta-fakta atau opini-opini tersebut, tentukanlah tipe dari daftar pertanyaan yang paling tepat untuk masing-masing fakta atau opini tersebut. Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Uji daftar pertanyaan ini kepada responden yang kecil terlebih dahulu. Perbanyaklah dan distribusikanlah daftar pertanyaan yang sudah dianggap baik ini. ","date":"2025-11-18T10:48:32+07:00","image":"https://cdn.prod.website-files.com/6100d0111a4ed76bc1b9fd54/63517064ef049512c7657ccc_teknik%20pengumpulan%20data%203.jpg","permalink":"/p/teknik-pengumpulan-data/","title":"Teknik Pengumpulan Data"},{"content":"ANALISIS SISTEM Definisi Analisa Sistem Tahapan Analisa Sistem: Identify, Understand, Analisis \u0026amp; Report Langkah-langkahnya:\nIdentify: mengidentifikasi masalah Understand: memahami kerja dari sistem yang ada Analyze: menganalisis sistem Report: membuat laporan hasil analisis Mengidentifikasi Masalah Ada tiga langkah yang harus dilakukan di dalam tahapan ini yaitu:\n1. Mengidentifikasi Penyebab Masalah\nPada tahap ini kita harus dapat mengetahui apa yang menyebabkan masalah terjadi Contoh: terjadi penurunan omzet penjualan karena banyak konsumen yang komplain terhadap divisi penjualan tersebut 2. Mengidentifikasi Titik Keputusan\nSetelah penyebab terjadinya masalah dapat ditentukan, selanjutnya juga harus ditentukan titik keputusan penyebab masalah tersebut Contoh: penyebab masalah konsumen komplain karena pelayanan yang kurang baik terhadap konsumen. Titik keputusan yang mengakibatkan terjadinya sebab masalah ini adalah penanganan order langganan di bagian order penjualan yang kurang baik kepada pelanggan 3. Mengidentifikasi Personil-Personil Kunci\nSetelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut Memahami Kerja dari Sistem yang Ada Dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian:\nMenentukan jenis penelitian Merencanakan jadwal penelitian Membuat penugasan penelitian Membuat agenda wawancara Mengumpulkan hasil penelitian Menganalisis Hasil Penelitian Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Kita dapat menganalisis:\nKelemahan dari sistem lama tersebut Kebutuhan data dan informasi bagi pemakai sistem dan pihak manajemen Membuat Laporan Hasil Analisis Isinya adalah:\nAlasan melakukan analisis sistem Menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada sistem lama Mengidentifikasi penyebab masalah Kesimpulan analisis Tugas Sistem Informasi Soal Sebutkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada Universitas Muhammadiyah Cirebon!\nSebutkan kebutuhan-kebutuhan pada perancangan: a. Sistem Informasi Akademik yang ada di UMC b. Sistem Informasi Pelayanan Pasien pada RS. Permata Kota Cirebon c. Sistem Informasi Penjualan pada Toserba Yogya Siliwangi Kota Cirebon\nDalam memahami kerja dari sebuah sistem, anda harus melakukan penelitian. Pilihlah satu perancangan sistem yang ada di dalam soal no 2. Kemudian anda tentukan langkah-langkahnya di dalam penelitian tersebut! a. Menentukan jenis penelitian b. Merencanakan jadwal penelitian : 1-20 Desember 2022 c. Membuat penugasan penelitian d. Membuat agenda wawancara e. Mengumpulkan hasil penelitian : uraikan bagaimana Anda mengadakan penelitian\nJawaban Permasalahan-permasalahan yang Terjadi pada Universitas Muhammadiyah Cirebon Permasalahan Administratif:\nProses pendaftaran mahasiswa baru yang masih manual dan berbelit-belit Sistem penginputan nilai oleh dosen yang tidak terintegrasi Kesulitan dalam pembuatan jadwal kuliah yang bentrok Lambatnya proses pengurusan surat keterangan dan transkrip nilai Permasalahan Akademik:\nKurangnya monitoring terhadap perkembangan akademik mahasiswa Sistem perwalian yang tidak efektif Kesulitan dalam pengecekan kelengkapan administrasi akademik Minimnya akses informasi akademik bagi orang tua mahasiswa Permasalahan Teknologi:\nSistem informasi yang terpisah-pisah (tidak terintegrasi) Server yang sering down saat peak time (daftar ulang, KRS) Interface sistem yang kurang user friendly Keamanan data yang masih rentan Kebutuhan-kebutuhan pada Perancangan Sistem Sistem Informasi Akademik yang ada di UMC Kebutuhan Fungsional:\nModul pendaftaran mahasiswa baru online Sistem KRS (Kartu Rencana Studi) online Input nilai oleh dosen Monitoring kehadiran mahasiswa Sistem perwalian digital Pembuatan jadwal otomatis Laporan akademik real-time Kebutuhan Non-Fungsional:\nResponsive design (dapat diakses via mobile) Keamanan data dengan enkripsi Backup data otomatis Performance yang cepat (loading \u0026lt; 3 detik) Sistem Informasi Pelayanan Pasien pada RS. Permata Kota Cirebon Kebutuhan Fungsional:\nPendaftaran pasien online Rekam medis elektronik Jadwal dokter dan reservasi Billing system terintegrasi Laporan kesehatan pasien Manajemen inventori obat Kebutuhan Non-Fungsional:\nHigh availability (24/7) Data privacy dan security Integrasi dengan BPJS User interface yang mudah digunakan Sistem Informasi Penjualan pada Toserba Yogya Siliwangi Kota Cirebon Kebutuhan Fungsional:\nPoint of Sale (POS) system Manajemen inventori Laporan penjualan harian/mingguan/bulanan Sistem loyalty customer Pembelian dan pemesanan barang Analisis data penjualan Kebutuhan Non-Fungsional:\nDapat handle transaksi concurrent Sync data real-time antar cabang Backup data otomatis Interface yang user friendly untuk kasir Langkah-langkah Penelitian untuk Sistem Informasi Akademik UMC Menentukan Jenis Penelitian Penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus Metode pengumpulan data: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi Fokus pada kebutuhan pengguna (user-centered design) Merencanakan Jadwal Penelitian: 1-20 Desember 2022 Minggu 1 (1-7 Desember):\nObservasi sistem existing Wawancara dengan admin akademik Studi dokumentasi Minggu 2 (8-14 Desember):\nWawancara dengan dosen dan mahasiswa Analisis kebutuhan sistem Pembuatan use case diagram Minggu 3 (15-20 Desember):\nValidasi kebutuhan Analisis gap sistem Penyusunan laporan hasil penelitian Membuat Penugasan Penelitian Tim Peneliti:\nProject Leader (1 orang) System Analyst (2 orang) Data Collector (3 orang) Technical Writer (1 orang) Pembagian Tugas:\nProject Leader: koordinasi tim dan komunikasi dengan stakeholder System Analyst: analisis kebutuhan dan pembuatan dokumentasi Data Collector: melakukan wawancara dan observasi Technical Writer: menyusun laporan akhir Membuat Agenda Wawancara Narasumber dan Jadwal:\n5 Desember 2022 (09.00-11.00): Kepala Bagian Akademik 6 Desember 2022 (10.00-12.00): Admin Prodi 7 Desember 2022 (13.00-15.00): Dosen (3 orang) 8 Desember 2022 (14.00-16.00): Mahasiswa (5 orang) 9 Desember 2022 (09.00-11.00): Bagian IT Pertanyaan Wawancara:\nApa kendala yang dihadapi dengan sistem saat ini? Fitur apa yang paling dibutuhkan? Bagaimana alur kerja yang ideal menurut Anda? Apa harapan untuk sistem yang baru? Mengumpulkan Hasil Penelitian Metode Pengumpulan Data:\nObservasi Langsung: Mengamati proses kerja di bagian akademik Wawancara Mendalam: Dengan seluruh stakeholder terkait Studi Dokumentasi: Analisis form, laporan, dan dokumen existing Kuesioner: Survei kebutuhan kepada 100 responden (dosen \u0026amp; mahasiswa) Teknik Analisis Data:\nContent analysis untuk data kualitatif Statistical analysis untuk data kuantitatif SWOT analysis untuk evaluasi sistem existing Gap analysis antara kebutuhan dan sistem saat ini Output yang Dihasilkan:\nDokumen kebutuhan pengguna (user requirements) Use case diagram dan spesifikasi Analisis gap sistem Rekomendasi pengembangan sistem Laporan hasil penelitian lengkap ","date":"2025-11-11T11:39:04+07:00","image":"/p/analisis-sistem/cover_hu_c30d712cf8dca147.jpg","permalink":"/p/analisis-sistem/","title":"Analisis Sistem"},{"content":"Kebijakan dan Perencanaan Sistem Merencanakan proyek-proyek sistem Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan Mendefinisikan proyek-proyek sistem dikembangkan Proses perencanaan sistem dibagi dalam 3 proses utama yaitu:\nMerencanakan Proyek-proyek Sistem Meliputi:\na. Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan\nPerencanaan sistem harus sejalan dengan tujuan perusahaan Perencanaan sistem harus diarahkan untuk dapat merencanakan sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan organisasi secara keseluruhan sehingga tujuan perusahaan akan tercapai b. Mengidentifikasi proyek-proyek sistem\nMenentukan proyek-proyek sistem informasi yang dibutuhkan dalam suatu organisasi Contoh: Dalam perusahaan bisnis proyek-proyek sistem informasi dapat berupa sistem informasi untuk: Pengendalian penjualan dan pemasaran Pengendalian distribusi Pengendalian produksi Pengendalian keuangan Pengendalian persediaan c. Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem\nSasaran ini merupakan apa yang ingin dicapai oleh masing-masing proyek sistem Contoh: Sistem informasi penjualan memiliki sasaran: Memberikan pelayanan order kepada pelanggan dengan lebih baik Meningkatkan volume penjualan Menyediakan laporan penjualan yang tepat waktu kepada manajer marketing d. Menetapkan kendala proyek-proyek sistem\nAda 3 faktor kendala: Masalah dana Masalah waktu Mengenai batasan peraturan yang berlaku pada perusahaan tersebut e. Menentukan prioritas proyek-proyek sistem\nYaitu menentukan proyek-proyek sistem mana yang perlu dikembangkan terlebih dahulu Proyek-proyek sistem yang sangat diperlukan dan mendesak harus diprioritaskan f. Membuat laporan perencanaan sistem\nIsi dari laporan perencanaan sistem tersebut adalah: Latar belakang organisasi Proyek sistem informasi yang direncanakan Sasaran pengembangan sistem informasi Kendala di dalam pengembangan sistem informasi Menentukan prioritas-prioritas proyek sistem informasi g. Meminta persetujuan manajemen\nMempersiapkan Proyek-proyek Sistem yang Akan Dikembangkan Meliputi:\na. Menunjuk team analis\nb. Mengumumkan proyek pengembangan sistem\nMendefinisikan Proyek-proyek Dikembangkan Meliputi:\na. Melakukan studi kelayakan\nStudi kelayakan: Suatu studi yang akan digunakan untuk menentukan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau tidak b. Menilai kelayakan proyek sistem\nKelayakan teknik: Ketersediaan teknologi yang digunakan Ketersediaan staf ahli di dalam mengoperasionalkan teknologi yang digunakan Kelayakan operasi: Kemampuan personil dalam mengoperasikan sistem informasi yang dibuat Kemampuan dari sistem informasi untuk menghasilkan informasi Kelayakan jadwal: Apakah sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan Kelayakan ekonomi: Besarnya dana yang diperlukan untuk pengembangan sistem Manfaat yang diperoleh oleh sistem informasi dibandingkan dengan biaya perkembangannya Kelayakan hukum: Apakah sistem yang akan dikembangkan tidak menyimpang dari hukum yang berlaku c. Membuat usulan proyek sistem\nd. Meminta persetujuan manajemen\nPembahasan Soal Bab 4 dan Bab 5 Soal-soal: Sebutkan contoh-contoh jurnal dipublikasi tahun 2016 \u0026ndash; sekarang, dan pembahasannya pada tema-tema penelitian yang bisa digunakan (1 tema cukup membahas 1 jurnal): a. Sistem Informasi b. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) c. Sistem Pakar d. Sistem Game technology e. Sistem Multimedia f. Sistem Jaringan\nBerdasarkan digit terakhir NIM:\nNIM ganjil: Uraikan komponen-komponen yang dibutuhkan pada perancangan sistem informasi akademik berbasis web NIM genap: Uraikan komponen-komponen yang dibutuhkan pada perancangan sistem informasi penjualan produk berbasis android Jelaskan apa yang dimaksud dengan Proyek Sistem!\nNIM ganjil: Sebutkan proyek-proyek sistem yang bisa dibangun pada sebuah Perguruan tinggi (minimal 10 proyek sistem)! NIM genap: Sebutkan proyek-proyek sistem yang bisa dibangun pada sebuah perusahaan! Jelaskan apa yang dimaksud dengan Analisa Sistem!\nSerta sebutkan langkah-langkah yang harus diperhatikan di dalam Analisa Sistem tersebut! Dan sebutkan pula isi laporan hasil analisa! Jawaban Contoh Jurnal dan Tema Penelitian (2016 - Sekarang) Berikut adalah contoh jurnal ilmiah terakreditasi nasional yang mempublikasikan penelitian pada tema-tema yang diminta. Meskipun detail artikel spesifik dari tahun 2016 terbatas, jurnal-jurnal ini secara konsisten menerbitkan artikel di bidang tersebut hingga sekarang (2025).\nTema Penelitian Nama Jurnal Penerbit Tingkat Akreditasi (SINTA) Contoh Topik Penelitian yang Relevan a. Sistem Informasi Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Politeknik Ganesha Medan SINTA 3 Analisis penerimaan pengguna aplikasi mobile, arsitektur enterprise untuk industri, implementasi sistem rekam medis berbasis cloud. b. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Jurnal PASTI Universitas Mercu Buana SINTA 4 Optimasi pemilihan supplier dengan metode hybrid BWM dan AHP, sistem klasifikasi risiko dengan berbagai pendekatan MCDM. c. Sistem Pakar Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Politeknik Ganesha Medan SINTA 3 Chatbot dengan analisis sentimen untuk preferensi kuliner, sistem identifikasi kualitas biji kopi, dan klasifikasi penyakit tanaman. d. Sistem Game Technology Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Politeknik Ganesha Medan SINTA 3 Analisis sentimen pada review game (contoh: Roblox) untuk mengukur pengalaman pengguna. e. Sistem Multimedia Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Politeknik Ganesha Medan SINTA 3 Evaluasi usability dan User Experience (UX) pada aplikasi pendidikan (Ruangguru) menggunakan SUS dan UEQ. f. Sistem Jaringan Sinkron : Jurnal dan Penelitian Teknik Informatika Politeknik Ganesha Medan SINTA 3 Deteksi risiko serangan siber dengan analisis pola pada log traffic jaringan. Komponen Perancangan Sistem Informasi (Sistem Informasi Akademik Berbasis Web) Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam perancangan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) berbasis web adalah sebagai berikut:\nKelompok Komponen Komponen Spesifik \u0026amp; Fungsinya Komponen Perangkat Keras (Hardware) Server: Menyimpan data dan aplikasi, melayani permintaan client. Client/Workstation: Komputer/laptop yang digunakan oleh admin, dosen, dan mahasiswa untuk mengakses sistem. Jaringan \u0026amp; Perangkatnya: Mendukung konektivitas antara server dan client (LAN/WAN, router, switch). Komponen Perangkat Lunak (Software) Sistem Operasi Server (e.g., Linux, Windows Server). Web Server (e.g., Apache, Nginx). Bahasa Pemrograman (e.g., PHP, Python, Java). Database Management System (DBMS) (e.g., MySQL, PostgreSQL). Browser Web (e.g., Chrome, Firefox) di sisi client. Komponen Data Data Master: Data prodi, mata kuliah, dosen, mahasiswa, ruangan. Data Transaksional: Data KRS, nilai, kehadiran, jadwal kuliah. Data Laporan: Transkrip, KHS, laporan kinerja akademik. Komponen Prosedur Prosedur Operasional: Panduan penggunaan sistem untuk semua pengguna (admin, dosen, mahasiswa). Prosedur Backup \u0026amp; Recovery: Untuk memastikan keamanan dan ketersediaan data. Komponen Manusia (Brainware) Administrator: Mengelola sistem dan hak akses pengguna. Dosen: Menginput nilai, mengisi daftar hadir, melihat jadwal. Mahasiswa: Melakukan KRS, melihat nilai, mencetak KHS. Staf Akademik: Mengelola data mahasiswa, mata kuliah, dan jadwal. Proyek Sistem dan Contoh Penerapannya Pengertian Proyek Sistem Proyek sistem adalah suatu usaha sementara yang dilakukan untuk menciptakan, mengembangkan, atau memperbaiki suatu sistem (baik sistem informasi, prosedur, atau teknologi) dengan tujuan tertentu, batasan waktu, dan alokasi sumber daya. Proyek ini biasanya melibatkan tahapan-tahapan seperti perencanaan, analisis, desain, implementasi, dan pengujian.\nContoh Proyek Sistem yang Dapat Dibangun di sebuah Perguruan Tinggi:\nSistem Informasi Akademik Terintegrasi: Mengelola data mahasiswa, KRS, nilai, transkrip, dan jadwal kuliah secara online. Sistem E-Learning/LMS (Learning Management System): Platform pembelajaran daring untuk dosen dan mahasiswa (materi, quiz, tugas, forum diskusi). Sistem Perpustakaan Digital: Katalog online, peminjaman dan pengembalian buku digital, manajemen koleksi. Sistem Informasi Kemahasiswaan: Mengelola kegiatan UKM, prestasi, beasiswa, dan alumni. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): Memantau dan mengevaluasi kualitas pendidikan sesuai standar BAN-PT. Sistem Keuangan dan Kepegawaian: Mengelola gaji dosen dan staf, anggaran fakultas, dan pembayaran UKT mahasiswa. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Online: Pendaftaran, seleksi, pengumuman, dan daftar ulang secara digital. Sistem Manajemen Riset dan Pengabdian Masyarakat: Mengelola proposal, monitoring, dan laporan penelitian serta PkM dosen. Sistem Inventory dan Aset: Mendata dan memantau barang inventaris kampus, laboratorium, dan fasilitas lainnya. Sistem Informasi Perpustakaan: Untuk mengelola katalog buku, transaksi peminjaman, dan keanggotaan. Sistem Parkir dan Keamanan Kampus: Mengelola akses kendaraan, monitoring CCTV, dan pos keamanan. Scheduler Ruangan Otomatis: Memanajemen penggunaan ruang kuliah, laboratorium, dan auditorium. Analisa Sistem Pengertian Analisa Sistem Analisa sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan suatu sistem menjadi komponen-komponen pembentuknya dengan tujuan mempelajari dan mengevaluasi kinerja komponen-komponen tersebut, serta interaksinya untuk mencapai tujuan sistem . Menurut Yogiyanto (1995), analisis sistem informasi adalah proses penguraian sistem untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, hambatan, serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan .\n**Langkah-Langkah dalam Analisa Sistem **\nIdentify (Identifikasi Masalah): Tahap mengenali dan mendefinisikan permasalahan yang menjadi penyebab perlunya analisis. Understand (Memahami Sistem yang Ada): Mempelajari secara detail bagaimana sistem yang sedang berjalan beroperasi. Analyze (Menganalisis): Menganalisis hasil penelitian untuk menemukan kelemahan sistem lama dan menentukan kebutuhan sistem baru. Report (Melaporkan Hasil): Membuat dan menyampaikan laporan hasil analisis beserta rekomendasi kepada pihak manajemen. **Isi Laporan Hasil Analisa **\nAlasan Dilakukannya Analisis Sistem: Latar belakang dan tujuan dari studi analisis. Uraian Permasalahan: Deskripsi detail tentang masalah-masalah yang ditemukan pada sistem lama. Identifikasi Penyebab Masalah: Analisis akar penyebab dari setiap permasalahan yang diuraikan. Hasil Analisis \u0026amp; Kesimpulan: Ringkasan temuan dan kesimpulan dari proses analisis, yang menjadi dasar untuk usulan perbaikan atau pengembangan sistem baru. Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis pada Rumah Sakit Permata Kabupaten Cirebon berbasis Web Sistem Informasi Pengelolaan Parkir di Kampus UMC Identify: masalahnya terjadi kehilangan kendaraan Understand: penelitian Analisis Hasil penelitian: kebutuhan sistem, kebutuhan informasi, kebutuhan teknologi dll Membuat laporan hasil analisa ","date":"2025-11-11T11:31:59+07:00","image":"/p/kebijakan-dan-perencanaan-sistem/cover_hu_550b6481aca77d1.jpg","permalink":"/p/kebijakan-dan-perencanaan-sistem/","title":"Kebijakan Dan Perencanaan Sistem"},{"content":"Tinjauan Umum Pengembangan Sistem Perlunya Pengembangan Sistem dalam Suatu Organisasi Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul pada sistem lama Permasalahan yang timbul dapat berupa:\nKetidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem tersebut tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)\nAdanya instruksi-instruksi (directives)\nPrinsip Pengembangan Sistem Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem Siklus Hidup Pengembangan Sistem Tahapan kerja dari pengembangan sistem\nAwal proyek sistem Pengembangan sistem Manajemen sistem Kebijakan \u0026amp; Perencanaan Sistem Adanya instruksi dari top manajer kepada bawahan bahwa perusahaan tersebut perlu dilakukan pengembangan sistem. Di dalam perencanaan sistem perlu direncanakan terlebih dahulu mengenai:\nBerapa besar dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem Sudah siapkah personil-personil yang terlibat dalam pengembangan sistem tersebut Analisis Sistem Mengevaluasi permasalahan-permasalahan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.\nDesain Sistem Secara Umum Tujuan untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.\nDesain Sistem Secara Terinci Tujuan untuk memberikan gambaran secara terperinci kepada user tentang sistem yang baru.\nSeleksi Sistem Menyeleksi penggunaan software maupun hardware di dalam penerapan sistem baru.\nImplementasi Sistem Menerapkan sistem informasi di dalam satu organisasi atau perusahaan.\nPerawatan Sistem Tujuannya adalah untuk menjaga agar sistem informasi dapat digunakan dalam organisasi tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama.\nMetode-Metode yang Digunakan dalam Pengembangan Sistem Pendekatan Pengembangan Sistem Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu:\nPendekatan Klasik vs Pendekatan Terstruktur (dipandang dari metodologi yang digunakan)\nPendekatan Klasik: Pendekatan dalam pengembangan sistem yang mengikuti tahapan-tahapan di systems life cycle tanpa dibekali dengan alat-alat dan teknik-teknik yang memadai Pendekatan Terstruktur: Dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik supaya membuatnya berhasil Pendekatan Sepotong vs Pendekatan Sistem (dipandang dari sasaran yang akan dicapai)\nPendekatan Sepotong: Pendekatan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja Pendekatan Sistem: Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya Pendekatan Bawah-Naik vs Pendekatan Atas-Turun (dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem)\nPendekatan Bawah-Naik:\nDimulai dari level bawah organisasi (level operasional) Disebut juga data analysis Tekanan pada data yang akan diolah terlebih dahulu Pendekatan Atas-Turun:\nDimulai dari level atas organisasi (level perencanaan strategi) Disebut juga decision analysis Tekanan pada informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan Pendekatan Sistem-Menyeluruh vs Pendekatan Moduler (dipandang dari cara mengembangkannya)\nPendekatan Sistem-Menyeluruh: Mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh Pendekatan Moduler: Memecahkan sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana Pendekatan Lompatan Jauh vs Pendekatan Berkembang (dipandang dari teknologi yang akan digunakan)\nPendekatan Lompatan Jauh: Menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih Pendekatan Berkembang: Menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja pada saat itu saja Alat-alat dan Teknik-teknik yang Digunakan dalam Pengembangan Sistem Alat-Alat Permodelan Sistem: System Flowchart System Procedure Diagram (Flowmap) Data Flow Diagram (DFD) Entity Relationship Diagram (ERD) Normalisasi dll. Teknik-teknik yang Digunakan dalam Pengembangan Sistem: Teknik Analisis Biaya Teknik Analisis Penjadwalan Proyek Sistem Teknik Pengumpulan Data: Interview Observasi Questionnaire ","date":"2025-11-11T11:11:21+07:00","image":"/p/tinjauan-umum-pengembangan-sistem/cover_hu_736d187c2cd56d49.jpg","permalink":"/p/tinjauan-umum-pengembangan-sistem/","title":"Tinjauan Umum Pengembangan Sistem"},{"content":"Konsep Dasar Sistem Definisi Sistem Kumpulan unsur-unsur yang saling berinteraksi satu dengan yang lain untuk menghasilkan tujuan.\nKarakteristik Sistem sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh sistem\nKomponen Sistem Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang berarti saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Batas Sistem Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Lingkungan Luar Sistem Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Penghubung Sistem Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lain. Masukan Sistem Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat dioperasikan. Masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Keluaran Sistem Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Pengolah Sistem : Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Tujuan Sistem : Suatu sistem pasti mempunyai tujuan. Kalau suatu sistem tidak mempunyai tujuan, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Klasifikasi Sistem Sistem dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:\nSistem Abstrak X Sistem Fisik Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contoh : Sistem Teologi yang menerangkan hubungan manusia dengan Tuhan. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Contoh : Sistem Komputer, Sistem Keuangan\nSistem Alamiah X Sistem Buatan Manusia Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam tidak tidak dibuat oleh manusia. Contoh pada sistem alamiah: sistem peredaran bumi. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Contoh: sistem robotika\nSistem Deterministik X Sistem Probabilistik Sistem deterministik adalah sistem yang berinteraksi antara bagiannya yang dapat diprediksi secara pasti. Contoh: sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik adalah sistem yang tidak bisa diprediksikan secara pasti. Contoh: sistem manusia\nSistem Tertutup X Sistem Terbuka Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Contoh : tabung reaksi. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luar. Contoh : sistem organisasi\nKonsep Dasar Informasi Definisi Data \u0026amp; Informasi Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya\nTingkatan Data\nCharacter Field File Database Siklus Informasi Contoh Penggunaan Data dan Informasi yang dihasilkan pada perancangan sistem informasi. Mutu Informasi: Kualitas \u0026amp; Nilai Informasi. a.Kualitas informasi tergantung dari 3 (tiga) hal : 1. Informasi harus akurat: :\tinformasi harus terbebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bias dan tidak menyesatkan 2. Informasi harus tepat waktu: :\tinformasi yang datang kepada penerimanya tidak boleh mengalami keterlambatan 3. Informasi harus relevan: :\tinformasi memiliki manfaat bagi penerimanya\nb.Nilai informasi ditentukan oleh 2 (dua) hal : 1. Manfaat dari informasi tersebut 2. Biaya untuk mendapatkan informasi\nKonsep Dasar Sistem Informasi Definisi Sistem Informasi Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.\nKomponen-Komponen Sistem Informasi: HARDWARE: media input, media proses, media output, media simpanan luar SOFTWARE: sistem operasi, bahasa pemrograman, paket aplikasinya DATABASE: Kumpulan File-File yang saling berhubungan. Tingkatan Data: character, field: NIM-\u0026gt; 12345, Record #1-\u0026gt; NIM, Nama_MHS, Prodi, Fakultas. File-\u0026gt; MHS #1 s/d #499\nPROSEDUR: alur kerja dari sebuah sistem. Ruang Lingkup Sistem. Tentukan Ruang Lingkup Sistem pada perancangan Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Pada Univ. Muhammadiyah Cirebon.\nPendaftaran Mhs Baru Pengecekan Persyaratan Pendaftaran Penyeleksian Mhs Baru Penerimaan Mhs Baru Registrasi Ulang Penentuan Program Studi Pembagian Kelas USER \u0026amp; ADM\nPeranan Sistem Informasi Bagi Manajemen: Dapat mendukung dalam pengambilan keputusan Dapat mendukung kegiatan manajemen Yang termasuk ke dalam kegiatan manajemen adalah:: 1. Perencanaan strategis a. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : harus mampu bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan dari lingkungan luar dan tanggap terhadap tekanan-tekanan dari lingkungan luar. b. Penetapan tujuan Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat atas di dalam proses perencanaan strategis yang bersifat jangka panjang. c. Penentuan strategis Menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuannya. 2. Pengendalian manajemen Yaitu proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif dan efisien. 3. Pengendalian operasiTanggal Yaitu proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.\nKomponen-Komponen Sistem Informasi. Perangkat Keras (Hardware). a. Media Input: keyboard, mouse, scanner b. Media Proses: prosessor c. Media Output: monitor, printer d. Media Simpanan Luar: harddisk, flashdisk, compact disk\nPerangkat Lunak (Software) a.Sistem Operasi: Windows b.Bahasa Pemrograman: PHP c.Perangkat Aplikasi: visio, flash, dreamweaver\nProsedur: tahapan kerja dari sistem. Ruang lingkup sistem informasi akademik berbasis web: prosedur pengajuan KRS, prosedur kegiatan belajar mengajar, prosedur pengolah data nilai, prosedur pembuatan laporan dll.\nPada Perancangan Sistem Informasi Penjualan Android: prosedur pendaftaran, login, pemesanan order, konfirmasi barang dll.\nPenggunaan Basis Data: mata_kuliah, dosen, mahasiswa, nilai, jadwal, ruang_kuliah, presensi_dosen, presensi_mhs, KRS dsb. Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Android: supplier, konsumen, sales, produk, pemesanan, konf_order, penjualan, pembayaran, konf_bayar, kirim, konf_kirim dll\nHak Akses Admin \u0026amp; User. Admin: staf di bagian akademik, staf di bagian keu, staf di fakultas, staf di prodi User: mahasiswa, dosen, kaprodi, dekan dll Tata Kelola Sistem Informasi Definisi Tata kelola Sistem Informasi (IT Governance) adalah kerangka kerja yang terdiri dari proses, struktur, dan mekanisme yang digunakan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi penggunaan teknologi informasi dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa investasi TI selaras dengan tujuan bisnis, memberikan nilai tambah, mengelola risiko, dan memastikan pemanfaatan sumber daya TI yang optimal.\nFramework Pengembangan Sistem Berikut beberapa framework yang umum digunakan dalam tata kelola sistem informasi:\n1. COBIT (Control Objectives for Information and Related Technologies) Framework komprehensif untuk tata kelola dan manajemen TI Menyediakan alat untuk mengukur dan memantau kinerja TI Fokus pada alignment TI dengan tujuan bisnis 2. ITIL (Information Technology Infrastructure Library) Framework untuk manajemen layanan TI Menekankan pada delivery layanan TI yang berkualitas Mencakup proses seperti incident management, change management 3. ISO/IEC 27001 Standar internasional untuk manajemen keamanan informasi Fokus pada pengendalian risiko keamanan informasi Membangun sistem manajemen keamanan informasi (ISMS) 4. COSO (Committee of Sponsoring Organizations) Framework untuk pengendalian internal perusahaan Mencakup aspek pengendalian lingkungan, risiko, dan monitoring Diterapkan dalam konteks tata kelola TI 5. TOGAF (The Open Group Architecture Framework) Framework untuk enterprise architecture Membantu merancang arsitektur TI yang selaras dengan bisnis Menyediakan metodologi pengembangan yang terstruktur Jurnal Nasional/Internasional yang Relevan: ANALISIS KINERJA TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 2019 PADA UNIVERSITAS JABAL GHAFUR Penulis: Salimuddin Salimuddin, Munirul Ula, Nurdin Nurdin\nTahun Terbit: 2025\nRingkasan: Tujuan: Mengevaluasi Tata Kelola TI di Unigha menggunakan COBIT 2019 (EDM03 \u0026amp; MEA03). Metode: Kuantitatif (Kuesioner) dengan responden RACI Chart. Hasil: Kapabilitas Level 1 (100%), Level 2 Largely Achieved. Terdapat kesenjangan (gap) sebesar 3 level menuju target Level 4. Rekomendasi meliputi pembaruan kebijakan internal dan pelatihan SDM.\nReview: Kelebihan: Penerapan kerangka COBIT 2019 yang spesifik dalam konteks Perguruan Tinggi di Indonesia. Memberikan gap analysis yang jelas antara kondisi as-is dan target to-be.\nKekurangan: Fokus terbatas pada dua domain COBIT. Hasil Level 1/2 menunjukkan maturitas yang sangat rendah, yang mungkin dipengaruhi oleh keterbatasan implementasi instrumen atau bias responden.\nSumber: https://doi.org/10.23960/jitet.v13i2.6130\nUrgensi Akreditasi Perguruan Tinggi di Indonesia Penulis: Muh. Ihsan, Muchammad Eka Mahmud\nTahun Terbit: 2025\nRingkasan: Tujuan: Mengkaji makna dan urgensi Akreditasi PT. Metode: Kajian Literatur (Literature Review) dari berbagai dokumen terkait (jurnal, buku). Hasil: Akreditasi merupakan penentuan standar kualitas yang meningkatkan reputasi, kepercayaan publik, dan menjadi prasyarat untuk akses pendanaan/hibah bagi institusi. Akreditasi merupakan upaya pemerintah untuk menstandardisasi mutu lulusan.\nReview: Kelebihan: Menyediakan kerangka konseptual yang sangat relevan, menyoroti dampak Akreditasi pada aspek reputasi dan finansial institusi.\nKekurangan: Karena sifatnya kajian literatur, artikel ini kurang membahas dinamika implementasi standar akreditasi yang berubah-ubah (misalnya, IAPS 4.0) atau tantangan internal yang dihadapi PT dalam pengumpulan data dan pelaporan.\nSumber: https://ejournal.stitsyambtg.ac.id/index.php/nabawi/article/view/119\nDashboard Monitoring Alumni dengan Teknologi Business Intelligence pada Sistem Tracer Study Undiksha Penulis: Made Diah Arista Devi, I Gusti Ayu Agung Diatri Indradewi, I Ketut Resika Arthana\nTahun Terbit: 2023\nRingkasan: Penelitian ini mengubah data tracer study (pelacakan alumni) Undiksha yang kompleks menjadi visual dashboard yang interaktif. Tujuannya agar pimpinan mudah memahami data riwayat lulusan.\nPeneliti menggunakan teknologi Business Intelligence (BI) dengan software Microsoft Power BI dan data lulusan 2019-2021. Hasilnya, dashboard tersebut berhasil dibuat dan divalidasi (lolos uji UAT) oleh para pemangku kepentingan, termasuk Wakil Rektor.\nReview:\nKelebihan: Sangat Praktis: Memberikan solusi modern (BI) untuk masalah nyata yang dihadapi banyak universitas dalam membaca data alumni. Diuji langsung oleh pengguna akhir yang sesungguhnya (pimpinan universitas), sehingga dipastikan fungsional.\nKekurangan: Belum Mengukur Dampak: Penelitian hanya membuktikan dashboard \u0026ldquo;berhasil dibuat\u0026rdquo;, tapi belum mengukur apakah dashboard itu benar-benar mempercepat atau memperbaiki kualitas pengambilan keputusan. Fokus pada fungsionalitas (lolos UAT), bukan pada kemudahan penggunaan (usability) bagi pengguna awam.\nSumber: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/insert/article/view/58275\nRancang Bangun Sistem Business Intelligence Universitas Sebagai Pendukung Pengambilan Keputusan Akademik Penulis: Zainal Arifin, Aris Sugiharto\nTahun Terbit: 2013\nRingkasan: Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem Business Intelligence (BI) berbasis web untuk Universitas Mulawarman, guna mendukung pengambilan keputusan di tingkat pimpinan.\nSistem ini bekerja dengan mengumpulkan data akademik ke dalam data warehouse. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan berbagai teknik seperti OLAP, KPI, dan data mining. Hasil analisis data tersebut disajikan dalam bentuk dashboard dan laporan statistik yang dapat diakses secara online melalui portal web, sehingga pimpinan dapat mengevaluasi kinerja akademik dan membuat keputusan strategis dengan lebih baik.\nReview:\nKelebihan:\nSolusi Strategis: Mengatasi kebutuhan penting di universitas akan analisis data yang terpusat dan mudah diakses untuk pengambilan keputusan strategis (penting untuk mutu dan akreditasi).\nPendekatan Komprehensif: Desain sistem ini mencakup alur BI yang lengkap, mulai dari integrasi data (data warehouse) hingga analisis mendalam (OLAP) dan visualisasi (dashboard).\nKekurangan:\nFokus pada Rancangan: Penelitian ini (berdasarkan abstrak) lebih fokus pada penghasilan \u0026ldquo;kerangka sistem\u0026rdquo; dan \u0026ldquo;web portal\u0026rdquo;. Belum terlihat jelas sejauh mana sistem ini diimplementasikan penuh atau diukur dampaknya terhadap keputusan yang telah diambil. Metode Pengujian: Abstrak tidak menyebutkan adanya pengujian pengguna akhir (User Acceptance Testing/UAT) dengan pimpinan universitas untuk memvalidasi apakah dashboard yang dihasilkan benar-benar efektif dan mudah digunakan oleh mereka. Sumber: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jsinbis/article/view/9562\nSistem Informasi Pengajaran Penulisan Bahasa Inggris Bagi Mahasiswa Berbasis Web Penulis: Zulfi Azhar, Jeperson Hutahaean, Royal Kisaran\nTahun Terbit: 2017\nRingkasan: Penelitian ini bertujuan untuk membantu proses belajar mengajar mata kuliah Writing (Menulis) dalam Bahasa Inggris, yang sering terkendala oleh keterbatasan waktu tatap muka di kelas untuk feedback (umpan balik).\nUntuk mengatasi ini, peneliti merancang sebuah sistem informasi berbasis web. Sistem ini berfungsi sebagai media bagi mahasiswa untuk mengumpulkan tugas menulis mereka secara online, dan bagi dosen untuk memberikan koreksi dan feedback langsung pada tugas tersebut melalui sistem. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall. Hasilnya adalah sebuah aplikasi yang diharapkan dapat membuat proses belajar mengajar Writing menjadi lebih fleksibel dan efektif.\nReview:\nKelebihan:\nFokus pada masalah spesifik e-learning, yaitu feedback untuk mata kuliah keterampilan (menulis), bukan hanya pengumpulan tugas biasa. Sistem ini memecahkan batasan waktu \u0026ldquo;tatap muka\u0026rdquo;, memungkinkan dosen dan mahasiswa berinteraksi (memberi/menerima koreksi) kapan saja. Kekurangan:\nPenggunaan metode Waterfall (dalam artikel yang saya temukan untuk judul ini) kurang ideal karena bersifat kaku. Metode Prototype atau Agile mungkin lebih cocok agar sistem bisa disesuaikan berkali-kali berdasarkan feedback dosen dan mahasiswa. Penelitian (berdasarkan abstrak) fokus pada \u0026ldquo;terbangunnya\u0026rdquo; sistem. Belum ada pengujian yang mengukur apakah penggunaan sistem ini secara signifikan meningkatkan nilai atau kemampuan menulis mahasiswa dibandingkan metode konvensional. Sumber: https://www.researchgate.net/publication/327110437_Sistem_Informasi_Pengajaran_Penulisan_Bahasa_Inggris_Bagi_Mahasiswa_Berbasis_Web\n","date":"2025-10-28T11:45:40+07:00","image":"/p/konsep-dasar-sistem-informasi/cover_hu_5667347daefb4230.jpg","permalink":"/p/konsep-dasar-sistem-informasi/","title":"Konsep Dasar Sistem Informasi"}]