Featured image of post Tugas Pertemuan Pertama

Tugas Pertemuan Pertama

Laporan notes pemenuhan tugas pertemuan pertama mata kuliah Project Sistem, meliputi persiapan tools akademik, pembangunan website perkuliahan, dan penetapan tema penelitian Jaringan Komputer/IoT.

Ringkasan

Dokumen ini merupakan catatan (notes) pemenuhan Tugas Pertemuan Pertama mata kuliah Project Sistem, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Cirebon. Seluruh instruksi tugas telah diselesaikan sebelum tenggat pukul 09.00, dan laporan ini disusun sebagai bukti serta rekam jejak pengerjaan.

Berikut ringkasan status pengerjaan:

NoInstruksi TugasStatusKeterangan
1Pembuatan Akun Google Scholar✅ SelesaiDigunakan untuk pencarian referensi ilmiah dan pengelolaan sitasi
2Pembuatan Akun Mendeley & Zotero✅ SelesaiMendeley untuk manajemen library utama, Zotero sebagai alternatif
3Install Publish or Perish✅ SelesaiDigunakan untuk analisis sitasi dan pencarian literatur via Google Scholar
4Persiapan Website Perkuliahan✅ SelesaiWebsite berbasis Hugo sebagai media publikasi materi dan tugas kuliah
5Pemilihan Tema Penelitian✅ SelesaiMemilih tema c. Jaringan Komputer / IoT

1. Akun Google Scholar

Google Scholar dibuat untuk mendukung proses pencarian referensi ilmiah, pengecekan sitasi, dan pemantauan publikasi akademik. Akun ini terhubung dengan email kampus dan akan digunakan sepanjang pengerjaan Project System.

Kegunaan utama dalam konteks project:

  • Mencari jurnal penelitian terdahulu yang relevan dengan topik IoT dan smart campus.
  • Memverifikasi reputasi dan jumlah sitasi suatu publikasi sebelum dijadikan rujukan.
  • Menjadi sumber data untuk literature review pada Bab II proposal.

2. Akun Mendeley & Zotero

Kedua reference manager ini dipersiapkan sebagai alat bantu dalam mengelola daftar pustaka.

Mendeley

  • Digunakan sebagai manajer referensi utama.
  • Mendukung impor metadata langsung dari Google Scholar dan PDF.
  • Terintegrasi dengan Microsoft Word melalui Mendeley Cite untuk pembuatan sitasi otomatis (format APA/IEEE).

Zotero

  • Dipersiapkan sebagai alternatif cadangan.
  • Keunggulan pada browser connector yang cepat menangkap metadata dari halaman web jurnal.
  • Berguna untuk menyimpan snapshot halaman referensi secara utuh.

Dengan dua alat ini, penulisan daftar pustaka pada laporan Project System dapat dilakukan secara konsisten dan terhindar dari kesalahan format.


3. Publish or Perish (PoP)

Publish or Perish telah di-install dan dikonfigurasi menggunakan sumber data Google Scholar. Perangkat lunak ini akan dimanfaatkan untuk:

  • Menghitung metrik sitasi (h-index, g-index) dari kandidat referensi.
  • Menelusuri penelitian terdahulu yang membahas topik serupa.
  • Mengekspor hasil pencarian ke format .bib atau .ris agar dapat diimpor ke Mendeley/Zotero.

Alur kerja yang direncanakan:

  flowchart LR
    A[Publish or Perish] -->|Query topik IoT| B[Hasil pencarian + metrik sitasi]
    B -->|Export .bib / .ris| C[Mendeley / Zotero]
    C -->|Cite otomatis| D[Laporan Project System]

4. Website Perkuliahan

Website perkuliahan disiapkan menggunakan Hugo (generator situs statis) dengan alasan:

  • Proses build cepat dan ringan.
  • Konten ditulis dalam format Markdown, sehingga mudah didokumentasikan.
  • Mudah di-deploy ke hosting statis (GitHub Pages / Netlify).
  • Mendukung front matter untuk kategorisasi dan penandaan (tagging) setiap tugas.

Struktur direktori konten yang digunakan:

1
2
3
4
5
6
7
8
content/
└── posts/
    ├── tugas-pertemuan-pertama.md
    └── ...
static/
└── img/
    ├── iot-mapping.jpeg
    └── ...

Website ini akan menjadi wadah publikasi seluruh materi perkuliahan dan laporan tugas selama satu semester.


5. Tema Penelitian yang Dipilih

Tema: c. Jaringan Komputer / Internet of Things (IoT)

Judul Project System

Sistem Informasi Mapping dan Monitoring Ketersediaan Ruang Kelas Berbasis IoT (Studi Kasus: Universitas Muhammadiyah Cirebon)

Alasan Pemilihan Tema

  1. Relevansi dengan permasalahan nyata di kampus. Jadwal statis yang ditempel di awal semester sering tidak sesuai kondisi lapangan ketika terjadi perubahan jadwal, kelas pengganti, atau pembatalan kuliah.
  2. Kombinasi dua bidang keilmuan. Penelitian ini menggabungkan hardware (mikrokontroler dan sensor) dengan software (sistem informasi berbasis web), sehingga mencakup ranah jaringan komputer sekaligus rekayasa perangkat lunak.
  3. Mendukung konsep Smart Campus yang sedang diarahkan pada lingkungan Universitas Muhammadiyah Cirebon.
  4. Kelayakan implementasi relatif tinggi karena komponen yang digunakan (ESP8266 dan sensor PIR) murah dan mudah diperoleh.

6. Ringkasan Substansi Project

6.1 Latar Belakang

Peningkatan jumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon berbanding lurus dengan intensitas penggunaan ruang kelas. Namun, pemantauan penggunaan ruang kelas masih bersifat konvensional dan bergantung pada jadwal statis. Akibatnya:

  • Mahasiswa dan dosen harus mendatangi ruangan satu per satu untuk mengetahui statusnya.
  • Jadwal statis tidak merepresentasikan kondisi aktual (misalnya kelas selesai lebih cepat atau dibatalkan).
  • Pengecekan manual tidak efisien dari segi waktu dan tenaga.

Solusi yang ditawarkan adalah sistem pemantauan otomatis berbasis IoT dengan sensor keberadaan yang terintegrasi ke dashboard web, menampilkan denah gedung digital (indoor mapping) dengan indikator warna status ruangan.

6.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana merancang bangun perangkat IoT yang mampu mendeteksi keberadaan pengguna di dalam ruang kelas secara real-time?
  2. Bagaimana membangun sistem informasi berbasis web yang dapat menampilkan visualisasi denah ketersediaan ruang kelas di UMC?
  3. Bagaimana mengintegrasikan data sensor IoT ke dalam dashboard web agar status ruangan ter-update otomatis tanpa input manual?

6.3 Tujuan Penelitian

  1. Merancang dan membangun perangkat keras IoT menggunakan ESP8266 dan sensor PIR untuk deteksi keberadaan pengguna secara real-time.
  2. Membangun dashboard web yang memvisualisasikan denah gedung UMC sebagai penanda status ketersediaan ruang kelas.
  3. Mengimplementasikan integrasi antara perangkat sensor dan server web agar perubahan status ter-update otomatis.

6.4 Batasan Masalah

AspekBatasan
ObjekStudi kasus di Universitas Muhammadiyah Cirebon (implementasi prototipe pada ruang kelas terpilih)
Perangkat KerasMikrokontroler ESP8266 dan sensor PIR (Passive Infrared)
Sistem MappingIndoor mapping (denah lantai digital), bukan GIS berskala luas
Perangkat LunakPHP dan basis data MySQL
Indikator StatusDua kondisi: Terisi (merah) dan Kosong (hijau)
KonektivitasMemerlukan jaringan Wi-Fi yang stabil di area kelas

6.5 Manfaat Penelitian

Teoretis

  • Menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya terkait IoT untuk konsep Smart Campus.
  • Memperluas wawasan mengenai integrasi sensor hardware dengan sistem informasi berbasis web dalam konteks indoor mapping.

Praktis

  • Mahasiswa & Dosen: kemudahan mencari ruang kelas kosong secara real-time tanpa pengecekan fisik.
  • Universitas: mendukung terwujudnya Smart Campus melalui manajemen fasilitas yang lebih modern dan transparan.
  • Penulis: sarana implementasi ilmu pemrograman web, jaringan komputer, dan mikrokontroler.

7. Landasan Teori Singkat

7.1 Sistem Informasi

Kombinasi teknologi informasi dan aktivitas manusia yang menggunakannya untuk mendukung operasi dan manajemen. Pada penelitian ini, sistem informasi berperan mengolah data mentah sensor menjadi informasi visual (status ruangan) yang berguna bagi pengguna.

7.2 Mapping Digital (Indoor Mapping)

Proses visualisasi data spasial atau denah lokasi ke dalam format digital. Dalam penelitian ini, pemetaan tidak merujuk pada pemetaan geografis bumi (GIS), melainkan denah lantai gedung untuk menunjukkan posisi ruang kelas secara spesifik.

7.3 Internet of Things (IoT)

Konsep di mana objek fisik memiliki kemampuan mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia. Arsitektur sistem terdiri dari Node (perangkat sensor) yang mengirim data status ruangan ke Server (web dashboard) melalui koneksi nirkabel.

7.4 Mikrokontroler ESP8266

Modul mikrokontroler dengan kemampuan Wi-Fi terintegrasi. Umum digunakan dalam pengembangan IoT karena dapat terhubung langsung ke internet (stand-alone) tanpa mikrokontroler tambahan.

7.5 Sensor PIR (Passive Infrared)

Sensor yang mendeteksi keberadaan berdasarkan pergerakan objek melalui pancaran inframerah pasif dari tubuh manusia.

7.6 Stack Teknologi

LapisanTeknologi
Firmware perangkatC/C++ (Arduino IDE)
Backend dashboardPHP
Basis dataMySQL
Antarmuka penggunaHTML, CSS, JavaScript (Web Browser)

8. Perancangan Sistem

8.1 Arsitektur Umum

  flowchart TB
    subgraph Node["Perangkat Keras (Ruang Kelas)"]
        A[Sensor PIR] -->|Sinyal 0/1| B[ESP8266]
    end
    B -->|HTTP POST via Wi-Fi| C[Server Web]
    C --> D[(Database MySQL)]
    C --> E[Dashboard PHP]
    E -->|Denah + Indikator Warna| F[Dosen / Mahasiswa / Admin]

8.2 Aktor Sistem (Use Case)

AktorPeran
Mahasiswa & DosenMelihat mapping denah ruangan secara real-time
AdminMengelola data master ruang kelas dan konfigurasi node
Perangkat Sensor IoTMengirim data logika pergerakan (0/1)

8.3 Alur Aktivitas Pengiriman Data

  sequenceDiagram
    participant PIR as Sensor PIR
    participant ESP as ESP8266
    participant SRV as Server (API)
    participant DB as MySQL

    PIR->>ESP: Deteksi pergerakan (sinyal 0/1)
    ESP->>ESP: Proses data (verifikasi logika)
    ESP->>SRV: HTTP POST (status, timestamp, ID node)
    SRV->>SRV: Ekstrak data sensor
    SRV->>DB: Query SQL (UPDATE status)
    DB-->>SRV: Konfirmasi
    SRV-->>ESP: HTTP Response 200 OK

8.4 Perancangan Basis Data

Tabel ruang_kelas — menyimpan data master identitas ruangan beserta status ketersediaan saat ini.

FieldTipeKeterangan
id_ruangVARCHAR (PK)Kode unik ruangan
nama_ruangVARCHARNama atau nomor ruang kelas
lokasi_gedungVARCHARNama gedung atau lantai
status_ketersediaanENUM(‘Kosong’,‘Terisi’)Indikator kondisi real-time
last_updateTIMESTAMPWaktu pembaruan data terakhir dari IoT

Tabel log_sensor — merekam riwayat perubahan kondisi yang ditangkap sensor.

FieldTipeKeterangan
id_logINT (PK, AI)ID log
id_ruangVARCHAR (FK)Relasi ke ruang_kelas
logika_gerakTINYINT1 = ada gerakan, 0 = tidak ada
waktu_logTIMESTAMPWaktu pencatatan

8.5 Perancangan Input

  1. Input Otomatis (Hardware) — sinyal logika HIGH (1) atau LOW (0) dari sensor PIR berdasarkan deteksi pancaran inframerah dari pergerakan manusia, dikirim mikrokontroler via protokol HTTP POST/GET ke server.
  2. Input Manual (Admin Web) — formulir berbasis web untuk menambah, mengubah, atau menghapus data master ruang kelas serta memetakan koordinat denah gedung.

8.6 Perancangan Output

  • Indikator warna status: ruangan Terisi berwarna merah, ruangan Kosong berwarna hijau.
  • Informasi tambahan: nama ruangan, lokasi lantai, serta waktu terakhir data diperbarui dari node sensor.

9. Rencana Implementasi

9.1 Perangkat Keras

KomponenFungsi
Mikrokontroler ESP8266Unit pemroses utama dengan modul Wi-Fi internal
Sensor PIRPendeteksi keberadaan manusia berbasis pergerakan
Router Wi-Fi KampusMedia transmisi jaringan nirkabel lokal di area kelas
Komputer Server / Cloud HostingMenampung database dan web server dashboard

9.2 Perangkat Lunak

PerangkatFungsi
PHPPengembangan backend dashboard yang dinamis
MySQLSistem manajemen basis data relasional
Arduino IDE (C/C++)Penulisan program dan flashing firmware ke ESP8266
Web BrowserAntarmuka pengguna mengakses dashboard monitoring

9.3 Pelaksana (Brainware)

PeranTanggung Jawab
Administrator Sistem (Staf IT/Akademik)Pemeliharaan web server, pengelolaan master data ruangan, konfigurasi teknis alat
DosenPengguna akhir — mencari ruang kelas pengganti atau ruang rapat kosong
MahasiswaPengguna akhir — memantau status keterpakaian kelas secara real-time

10. Penelitian Terdahulu (Ringkasan)

Beberapa penelitian sejenis yang menjadi referensi awal:

NoPenulis (Tahun)Fokus PenelitianPerbedaan dengan Penelitian Ini
1Syifa Chairunnisa Azzahra SRG, dkk. (2025)Monitoring ketersediaan ruang kelas berbasis LoRaMenggunakan LoRa + ESP32; penelitian ini menggunakan ESP8266 berbasis Wi-Fi dengan fokus visualisasi denah digital
2Via Khusnul Pratifi, dkk. (2024)Integrasi DHT11 + PIR untuk otomatisasi suhu dan deteksi gerakanFokus pada kontrol suhu/kipas; penelitian ini pada pemantauan status ketersediaan ruang kelas
3Krisna Gilang Prakoso & Bonda Sisehaputra (2024)Monitoring ruang kuliah berbasis NFCMemerlukan tapping kartu e-KTP; penelitian ini memakai PIR tanpa interaksi fisik
4Safarudin, dkk. (2023)Smart classroom dengan RFID berbasis IoTFokus pada kendali akses pintu (auto-lock); penelitian ini pada penyajian visual status ruangan
5Joko Riyanto, dkk. (2020)Monitoring ruang kelas berbasis IoT di Universitas PamulangMenggunakan Raspberry Pi + LDR; penelitian ini ESP8266 + PIR
6Ferdinand Tri Wibowo (2010)Sistem informasi multimedia visualisasi pemakaian ruang kelasVisualisasi berbasis jadwal statis; penelitian ini dinamis dari data sensor real-time
7Annisa Dwita Aurum (2021)Monitoring laboratorium dengan sensor optical fingerprintMenggunakan sidik jari; penelitian ini PIR tanpa data biometrik
8Dyna Marisa Khairina, dkk. (2018)SIMERU — manajemen reservasi ruang (FKTI Universitas Mulawarman)Aplikasi desktop untuk reservasi; penelitian ini berbasis IoT dan web untuk kondisi aktual
9Indah Purnama Sari, dkk. (2025)Smart Class berbasis IoT (pengenalan wajah + deteksi asap)Fokus pada face recognition via ESP32-Cam; penelitian ini pada efisiensi indoor mapping
10Siti Nur Aini, dkk. (2022)Smart parking dengan RFID + Arduino UnoObjek pada slot parkir; penelitian ini mengadopsi konsep serupa untuk ruang kelas

11. Kesimpulan & Saran

11.1 Kesimpulan

  • Efisiensi pengecekan: sistem menggantikan proses pengecekan kelas manual yang tidak efisien dengan visualisasi pemetaan digital secara real-time.
  • Otomatisasi perangkat: kombinasi ESP8266 dan sensor PIR efektif mendeteksi keberadaan pengguna dan mengirimkannya via jaringan nirkabel.
  • Visualisasi intuitif: dashboard web menyajikan informasi ketersediaan ruangan melalui indikator warna yang mudah dipahami (merah = terisi, hijau = kosong).
  • Pembaruan otomatis: integrasi perangkat keras dan basis data berjalan mulus, status ruangan selalu ter-update tanpa intervensi manual.

11.2 Saran Pengembangan

  1. Aplikasi mobile (Android/iOS) dengan fitur push notification saat ruang kelas kosong.
  2. Penambahan sensor suhu (DHT) dan cahaya (LDR) untuk mendukung kendali perangkat listrik otomatis demi efisiensi energi.
  3. Peningkatan skalabilitas: penyempurnaan desain casing perangkat keras dan penerapan catu daya cadangan (baterai) untuk implementasi di seluruh gedung kampus.

Dokumen ini akan diperbarui seiring berjalannya tahapan Project System berikutnya (analisis kebutuhan, perancangan detail, implementasi prototipe, dan pengujian).

Dibangun dengan Hugo
Tema Stack dirancang oleh Jimmy